Tumpukan yang belum dimainkan: mengapa kita membeli game lebih cepat daripada menamatkannya
Musim diskon akhir tahun menambah panjang daftar yang sudah panjang. Fenomena backlog mengungkap sesuatu tentang cara kita menghargai waktu bermain.

Menjelang akhir tahun, perpustakaan digital dan rak fisik banyak pemain bertambah dengan kecepatan yang tidak sebanding dengan waktu bermain yang tersedia. Game dibeli saat diskon dengan niat dimainkan nanti, dan nanti itu sering tidak pernah datang. Istilah yang dipakai komunitas untuk tumpukan ini adalah backlog, dan hampir semua pemain dewasa memilikinya.
Fenomena ini punya akar yang bisa dijelaskan. Pertama, waktu bermain orang dewasa terbatas dan tidak bertambah, sementara jumlah game yang layak dimainkan terus bertambah. Kedua, diskon menciptakan rasa mendesak: kalau tidak dibeli sekarang, kesempatan hilang, padahal diskon serupa hampir pasti kembali. Ketiga, membeli game memberi kepuasan tersendiri yang terpisah dari memainkannya. Rasa memiliki sebuah dunia yang bisa dikunjungi kapan saja sudah cukup menyenangkan, bahkan kalau kunjungan itu tidak pernah terjadi.
Baca juga: Mengapa teks bahasa Indonesia masih jarang di game konsol: ekonomi di balik lokalisasi
Beban yang diam-diam mengganggu
Masalahnya, tumpukan itu tidak diam. Ia menimbulkan rasa bersalah kecil setiap kali kita membuka daftar permainan, dan rasa bersalah itu justru membuat kita memilih yang paling mudah, bukan yang paling ingin dimainkan. Pemain yang punya banyak pilihan sering menghabiskan lebih banyak waktu memilih daripada bermain, lalu kembali ke game yang sama yang sudah dimainkan selama bertahun-tahun.
Cara berdamai dengan tumpukan
Beberapa pendekatan terbukti membantu banyak orang. Menerima bahwa tidak semua game harus ditamatkan membebaskan kita dari kewajiban palsu; game yang tidak menyenangkan setelah beberapa jam boleh ditinggalkan. Membatasi pembelian hanya pada game yang akan dimainkan bulan ini, bukan suatu hari nanti, memperlambat pertumbuhan tumpukan. Dan memperlakukan daftar sebagai pilihan, bukan antrean, mengembalikan rasa bahwa bermain adalah kesenangan, bukan tugas.
Diskon akhir tahun akan selalu menggoda. Yang perlu diingat adalah bahwa satu game yang benar-benar dimainkan sampai selesai memberi lebih banyak daripada sepuluh game yang hanya menambah panjang daftar.